Apa arti kata satirist dalam bahasa Indonesia, akar kata, imbuhan, terjemahan, sinonim, antonim, frasa, contoh kalimat?
🎧 Fonetik
🔈Pengucapan Amerika: /ˈsætərɪst/
🔈Pengucapan Inggris: /ˈsætərɪst/
📖 Arti Kata yang Rinci
- noun (n.):seorang penulis atau penyair yang menggambarkan masyarakat atau situasi dengan cara yang mengejek atau mengecam
Contoh: Jonathan Swift was a famous satirist. (Jonathan Swift adalah seorang satirist yang terkenal.)
🌱 Akar Kata, Awalan, Akhiran
Akar kata: Berasal dari bahasa Latin 'satira', yang berarti 'karya yang menggabungkan humor dan kritik serius', dan kemudian berkembang menjadi 'satirist' yang merujuk pada seseorang yang menulis atau menyanyikan dengan gaya satirik.
💡 Mnemonik Asosiasi
Menyangkut ke suatu adegan: Seorang penulis duduk di depan komputernya, menulis cerita yang penuh dengan humor dan kritik tajam tentang masyarakat modern.
📜 Mnemonik Sinonim dan Antonim
Sinonim:
- penyair kritis, penulis humoris
Antonim:
- penulis yang tidak mengkritik, penyair yang serius
✍️ Mnemonik Frasa
- Satirist menggambarkan masyarakat dengan cara yang mencolok. (The satirist depicts society in a striking way.)
- Satirist mengejek praktik-praktik yang tidak masuk akal. (The satirist mocks absurd practices.)
📝 Mnemonik Contoh Kalimat
- Seorang satirist sering menggunakan humor untuk menyoroti kekurangan masyarakat. (A satirist often uses humor to highlight societal flaws.)
📚 Mnemonik Cerita
Cerita dalam Bahasa Inggris:
In a small town, there lived a satirist known for his sharp wit and biting commentary. He would write stories and poems that not only entertained but also exposed the follies of the townspeople. One day, he wrote a piece about the mayor's extravagant lifestyle, which quickly became the talk of the town. The mayor, embarrassed but amused, invited the satirist to a dinner where they discussed the importance of humor in addressing societal issues.
Cerita dalam Bahasa Mandarin:
Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang satirist yang dikenal karena kecerdasannya yang tajam dan komentarnya yang mengecam. Dia menulis cerita dan puisi yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga mengungkap kebodohan orang-orang di kota. Suatu hari, dia menulis sebuah karya tentang gaya hidup mewah walikota, yang dengan cepat menjadi pembicaraan umum di kota. Walikota, malu tetapi tertawa, mengundang satirist untuk makan malam di mana mereka membahas pentingnya humor dalam menangani isu-isu sosial.