Kamus QiuQiu

Apa arti kata sweatshop dalam bahasa Indonesia, akar kata, imbuhan, terjemahan, sinonim, antonim, frasa, contoh kalimat?

🎧 Fonetik

🔈Pengucapan Amerika: /ˈswetˌʃɑp/

🔈Pengucapan Inggris: /ˈswetˌʃɒp/

📖 Arti Kata yang Rinci

  • noun (n.):sebuah tempat kerja yang buruk di mana pekerja bekerja dalam kondisi yang sangat berat dan seringkali tidak membayar upah yang adil
        Contoh: Many workers in the sweatshop were underpaid and overworked. (Banyak pekerja di bengkel keringat dinilai rendah dan bekerja berlebihan.)

🌱 Akar Kata, Awalan, Akhiran

Akar kata: Kombinasi dari kata 'sweat' yang berarti 'keringat' dan 'shop' yang berarti 'toko' atau 'bengkel'. Kata ini pertama kali digunakan pada akhir abad ke-19 untuk menggambarkan tempat-tempat di mana pekerja bekerja dalam kondisi yang sangat berat.

💡 Mnemonik Asosiasi

Menyangkut ke kondisi kerja yang buruk: Bayangkan sebuah ruangan yang panas dan kotor, di mana banyak orang bekerja dengan cepat dan keras, tetapi tidak mendapatkan upah yang layak.

📜 Mnemonik Sinonim dan Antonim

Sinonim:

  • sweat factory, exploitation workshop

Antonim:

  • fair labor workplace, ethical factory

✍️ Mnemonik Frasa

  • work in a sweatshop (bekerja di bengkel keringat)
  • sweatshop labor (tenaga kerja bengkel keringat)

📝 Mnemonik Contoh Kalimat

  • The conditions in the sweatshop were appalling. (Kondisi di bengkel keringat itu mengerikan.)

📚 Mnemonik Cerita

Cerita dalam Bahasa Inggris:

Once, in a small town, there was a sweatshop known for its harsh conditions. Workers toiled day and night, producing goods under the sweltering heat and poor lighting. One day, a group of activists visited the town and learned about the sweatshop. They decided to help the workers by raising awareness and demanding better conditions. Through their efforts, the sweatshop eventually improved its practices, and the workers began to receive fair wages and safer working environments.

Cerita dalam Bahasa Mandarin:

Dulu, di sebuah kota kecil, ada sebuah bengkel keringat yang dikenal karena kondisinya yang keras. Pekerja bekerja sepanjang hari dan malam, menghasilkan barang di bawah panas terik dan pencahayaan yang buruk. Suatu hari, sekelompok aktivis mengunjungi kota itu dan mengetahui tentang bengkel keringat. Mereka memutuskan untuk membantu para pekerja dengan meningkatkan kesadaran dan menuntut kondisi yang lebih baik. Melalui upaya mereka, bengkel keringat akhirnya meningkatkan praktiknya, dan para pekerja mulai menerima upah yang adil dan lingkungan kerja yang lebih aman.