Apa arti kata travesty dalam bahasa Indonesia, akar kata, imbuhan, terjemahan, sinonim, antonim, frasa, contoh kalimat?
🎧 Fonetik
🔈Pengucapan Amerika: /ˈtrævɪsti/
🔈Pengucapan Inggris: /ˈtrævɪsti/
📖 Arti Kata yang Rinci
- noun (n.):sebuah perbuatan atau hasil yang menyimpang dari kebenaran atau kebaikan; penghinaan
Contoh: The trial was a travesty of justice. (Sidang itu adalah penghinaan terhadap keadilan.) - verb (v.):menghina atau mengecilkan secara tidak pantas
Contoh: The event was travestied by the media. (Acara itu dihina oleh media.)
🌱 Akar Kata, Awalan, Akhiran
Akar kata: Berasal dari bahasa Perancis 'travestir', yang berarti 'untuk mengecoh', dari 'travers' yang berarti 'melintang', dan 'trans' yang berarti 'melewati'. Awalnya digunakan untuk menggambarkan pertunjukan yang mengecoh atau mengejek, kemudian berkembang menjadi arti yang lebih luas tentang penghinaan atau pengecilan.
💡 Mnemonik Asosiasi
Bayangkan sebuah pertunjukan yang membuat penonton merasa tertipu karena tidak sesuai dengan ekspektasi mereka, menggambarkan konsep 'travesty'.
📜 Mnemonik Sinonim dan Antonim
Sinonim:
- noun: mockery, distortion
- verb: mock, distort
Antonim:
- noun: honor, respect
- verb: honor, respect
✍️ Mnemonik Frasa
- a travesty of justice (penghinaan terhadap keadilan)
- travesty of a situation (pengecilan situasi)
📝 Mnemonik Contoh Kalimat
- noun: The play was a travesty of the original story. (Pertunjukan itu adalah penghinaan terhadap cerita aslinya.)
- verb: The historical event was travestied in the movie. (Peristiwa sejarah itu dihina dalam film.)
📚 Mnemonik Cerita
Cerita dalam Bahasa Inggris:
Once, in a small town, a play was organized based on a famous novel. However, the director decided to change the plot significantly, making it a travesty of the original story. The audience, expecting a faithful adaptation, felt cheated and disappointed. The play became a mockery of the novel, and the director's reputation was tarnished.
Cerita dalam Bahasa Mandarin:
Suatu hari, di sebuah kota kecil, pertunjukan drama diselenggarakan berdasarkan sebuah novel terkenal. Namun, sutradara memutuskan untuk mengubah plot secara signifikan, membuatnya menjadi penghinaan terhadap cerita aslinya. Penonton, yang mengharapkan adaptasi yang setia, merasa dipermalukan dan kecewa. Pertunjukan itu menjadi pengejekan terhadap novel, dan reputasi sutradara tergores.